#Gelas Bening Part 5. Terrified

Sosok sekelibat lewat dihadapanku sungguh sangat tak asing. Dan aku yakin ia teman SMA ku. “Hei, uhm. Lagi disini?”, Sapaku. Wajahku tampak senang dan bahagia, setelah sekian lama di Jakarta, baru kali ini kubisa bertemu dengannya. “Iya. Eh Ai??”, Balasnya. Kami berpelukan sewajarnya sesama wanita. Namun, tak lama kita bisa berbincang. Yaa, kesibukan yang memisahkan…

#Gelas Bening Part 4. Pre-Terrified

Setelah sekian lama tidak me-memorized kejadian yang kualami dalam kisahku ini. Kali ini aku benar benar mulai merasa ketakutan dengan lingkungan sekitar dan memori ini cukup mengakar dalam ngiangan. “Ada terang ada gelap, ada putih ada hitam, ada matahari ada bulan, ada baik ada buruk, ada laki-laki ada perempuan, ada kaya ada miskin, ada atas…

#Gelas Bening Part.3 Kamar Nomor 8

“Sreett..” Suara pintu kamar mengawali hariku. Segar rasanya menghirup udara pagi di pukul 05.00 ini. Jarang sekali rasanya membuka pintu di pagi buta. Kalau bukan karena sulit tidur dan bosan di kamar petak ini, pastilah ku masih betah berdiam lama didalam. Niatku ingin lari-lari kecil pagi, toh ini juga hari libur. Yaa sabtu minggu adalah…

#Gelas Bening Part.2 Malam Jum’at

doc.¬†https://pixabay.com/en/garden-at-night-lantern-fence-339230/ Suasana pedesaan terasa kental disini. “Yasiin.. walqur’anil hakim… ” Dari kejauhan, lamat-lamat terdengar suara ibu-ibu mengaji~membaca Surat Yasin yang sering dilakukan di malam jum’at, rutin sebulan sekali untuk mendoakan orang-orang/keluarga yang telah meninggal~.Tidak semua orang rutin mengadakan pengajian Yasin seperti ini, apalagi melihat ini kota besar~terlepas dari bid’ah atau tidak penulis tidak membahas akan…

#GelasBening-Part I. Ketukan Pintu

January, 21 2017 doc.¬†http://tyaz-utami.blogspot.co.id/ Malam ini seperti malam-malam biasanya, ku hanya sendiri di ruangan petak ukuran 5×3 meter, membuka buku dan membaca semampuku. Entah mengapa, rasanya aku tidak benar-benar menyatu dengan teks bacaan yg kupegang. Membaca hanya isapan jempol semata, nyatanya ku tetap bertahan di halaman 20 tanpa sedikitpun tergerak ke sub bab selanjutnya. Buku…