Kumpulan Mutiara III

OASE DAKWAH~Penyejuk Hati Penggugah Jiwa

Rabu, 12 Nopember 2014

Memaafkan

Oleh : Rizka Leila Marlianti

💞Sahabat Seperjuanganku💞

“Orang yang paling sabar diantara kamu ialah orang yang memaafkan. kesalahan orang lain selalu dimaafkan padahal dia berkuasa untuk membalasnya.”

(Riwayat Ibnu Abiduyya dan Baihaqi)

Nabi bersabda, “Tidaklah seorang itu suka memaafkan, melainkan dia akan semakin mulia.” [HR. Muslim]

Allah berfirman, ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, iaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu senang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan marah dan memaafkan kesalahan orang. Allah suka kepada orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran : 133-134)

Nabi juga pernah bersabda: “Dilaporkan kepada Allah semua perbuatan manusia pada setiap hari khamis dan Isnin, lalu Allah ‘Azza Wa Jalla mengampuninya pada hari itu juga, diampunkan setiap orang yang tidak syirik (menyenkutukan) sesuatu dengan-Nya, kecuali siapa yang sedang bermusuhan, yaitu Allah berfirman untuknya: Tinggalkanlah (jangan dihapus dosa) kedua  dua (orang yang bersengketa) ini, sehingga mereka berdua berdamai , tinggalkanlah (jangan dihapus dosa) kedua dua (orang yang bersengketa) ini, sehingga mereka berdua berdamai.” (HR Muslim)

💞Sahabat seperjuangaku💞

Dalam Qur’an Allah juga menegaskan

“Dan jika kalian memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang”. (At Taghobun: 14)“Dan hendaklah mereka memaafkan serta melupakan kesalahan orang-orang itu, tidakkah kamu suka supaya Allah mengampunkan dosa kamu ? Dan ingatlah Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani”. (An-Nur: 22)

💞Sahabat Seperjuanganku💞

Sangat jelas sekali dari Firman Allah.dan hadist diatas mengatakan bahwa memaafkan adalah perbuatan yang sangat Mulia.

Tetapi masih banyak dari kita yang mungkin belum menyadari..sehingga ketika kita di lukai,rasa sakit dan kecewa membuat kita lebih memilih untuk mendendam.Ketika yang membuat kita kecewa dan terluka meminta maaf,kita tidak bisa memaafkan karena merasa sudah di sakiti….

Padahal ada kemuliaan yang Allah janjikan di dalam memaafkan.

Semoga Allah selalu mengkaruniakankepada kita sifat pemaaf…aamiin yaa Robbal’alamin

Biro Tausiyah Rutin ODOJ

TR/05/11/2014

tausiyahrutin14@gmail.com

Guratan kelelahan itu nampak jelas masih terekam kuat dibalik tidurmu yang pulas. Lelah karena seharian kau jalankan amanah sebagai istri & ibu bagi anak anak kita. Kupandang wajah cantik ini lalu kecupan sayang kuberikan kekeningmu. Teringat aku pada masa ketika ingin mendapatkanmu. Sepucuk surat kulayangkan kedirimu. Sekedar info tentang keinginan ibu untuk menjadikan dirimu sebagai menantunya. Tersenyum aku bagaimana kau bercerita dulu tentang kepanikanmu. Ayah tiada, ibu keluar negeri & kakak sibuk dengan dunianya sendiri. Liburan dari ma’had yang seharusnya kau nikmati dirumah, harus kau persingkat akibat suratku itu. Kau curhatkan surat itu ke ustadz ma’hadmu (…yang ternyata ia juga menyukaimu…).

Hingga disuatu hari ustadzmu datang kerumahku. Ba’da ta’aruf, aku diberondong pertanyaan tentang aqidah oleh ustadz salaf ini. Alhamdulillah aku dimudahkan oleh Alloh SWT untuk menjawabnya. Tak sampai dalam hitungan minggu, datang ustadz lain dengan misi serupa. Ah..cerdas juga kau untuk tahu siapa aku kendati akhirnya kau bilang bahwa ini inisiatif mereka semua. Dengan rekomendasi asatidz akhirnya kau menyetujui khitbahku ini.  Bunga yang tumbuh mekar itu mengundang banyak tangan ingin memetiknya…Namun Alloh Azza wa Jalla memetiknya untukku. Alhamdulillah ya Robb atas segala kemudahan ini…..

Istriku sayang…… aku baru tahu bahwa kau adalah wanita yang qona’ah. Saat kutanya apa mahar yang kau minta…kau hanya minta buku. Judulnya AL-WALA WAL BARO’ FIEL ISLAM MIN MAFAHIM AQIDAATIS SALAF. Sebuah tesis Syeikh Muhammad Said Salim Al Qohthoni untuk meraih gelar magisternya. Kudapatkan edisi lux buku itu dengan harga Rp 8.500…(harga yang terjangkau untuk calon suamimu yang masih mahasiswa PTN semester 4). Untuk melengkapi mahar itu, kau juga memintaku untuk menghafalkan surat Ash Shof & memahaminya …sebagai bekal untuk mentarbiyyah dirimu selama mengarungi bahtera rumah tangga nantinya…. Hingga tibalah hari yang ketika itu banyak diimpikan para jomblo …(hehehehe). Saat malam pertama tiba, aku dikejutkan dengan ucapanmu…. Mas, kalau sampean ingin poligami…insya Alloh saya mengikhlaskanmu…. Ya Robbi ya Kariim…kenapa? Ternyata kau tengah mengambil hikmah dari perjuanganmu yang berat saat mencari ikhwan untuk menikahi akhwat yang akrab denganmu.

Istriku sayang….. memory ini terus berputar kala disuatu hari seruan itu memanggil. Aku pergi setelah kau meyiapkan bekal itu. Ingin bibirmu berucap tentang bekal apa yang aku tinggalkan untukmu ….kuhibur kau dengan kalimat …Walloohu khoirur rooziqiin… (& kau mengangguk karena kau juga tahu bukan suamimu yang memberikan rizqi selama ini tapi Alloh SWT). Sempat kau peluk aku erat sambil memandangi 2 anak kita yang lucu. Teringat tadzkiroh yang ustadz berikan ke kita…ini safar pertama suamimu & bisa jadi yang terakhir…karenanya jangan banyak berharap ia kembali…. Kau lepas aku sambil berucap… mas boleh nikah lagi disana…Saya tak tahu siapa yang kau maksud…dengan akhwat sana atau dengan bidadari surga yang dijanjikanNya… yang jelas ketika itu kau lingkari tanggalan dikalender sambil kau tulis….Abi pergi berjihad…….

Istriku sayang….. hari hari pertama dibumi itu terasa berat saat bayangan keluarga kita terekam kuat dalam benakku. Butuh perjuangan kuat untuk melupakan orang orang yang kucinta. Syeikh DR. Abdulloh Azzam rohimahulloh pernah mengisahkan bagaimana saat mujahidin Arab yang ada di Afghon bermimpi ketemu dengan anak & istrinya. Ia segera bangun lalu meludah kekiri 3X sambil ta’awwudz….ia anggap ini godaan setan yang akan memalingkan dari jihadnya. Allohu akbar…. Godaan ini akan terus berjalan…. Bayangan keluarga kita terekam lagi saat hujan peluru musuh Alloh & RosulNya dihamburkan kebarisan mujahidin. Segera kupeluk erat kekasihku (6 buah peluru mortar yg masing2 panjangnya selengan) sambil tiarap. Tak terbayangkan andai satu peluru saja mengenai kekasihku…daya explosivenya demikian besar. Seakan maut terasa dekat. Ditengah maraknya amaliyat itulah terlintas pikiran menggoda…ingat anak anakmu masih kecil, bagaimana kalau menjadi yatim…. ingat istrimu masih muda, bagaimana kalau menjanda & dinikahi orang lain…. A’uudzu billaahi minasy syaithoonir rojiim….

Istriku sayang…. Ingatkah hari dimana kau menemaniku makan siang? Baru beberapa sendok, hp berdering. Ada kabar bahwa begundal thoghut dunia tengah ada dilingkungan kita…. Cepat pergi mas, semoga Alloh menyertaimu…..Diakhir tulisan ini aku nukilkan nasihat dari ‘alim mujahid Syeikh Abu Mush’ab as Suri hafidzohulloh yang mengisahkan kepergiannya kebumi jihad yang diiringi tangisan istrinya.. “Tangisanmu itu membuatku sedih & pandangan kebingungan dimata anak anak kita terasa menusuk hatiku. Tapi aku rela & perasaanku tenang karena aku tahu bahwa kepergianku & orang orang semisalku akan membuat airmatamu & air mata orang yang posisinya sama denganmu, menyelamatkan air mata jutaan orang yang menangis dimasa mendatang. Kesedihan dimata anak anak kita akan menyelamatkan kesedihan jutaan anak kaum muslimin yang akan menelan kepahitan hati menjadi yatim piatu & kesedihan mendalam karena terlantarnya mrk, Insya Alloh. Kita memikul beban musibah dari umat ini yang semoga akan menyelamatkan mereka.”

Selamat tidur sayang, semoga Alloh mempertemukan kita kembali dalam jannahNya. I love you Honey. Aku mencintaimu karena Alloh. Semua ini mungkin maksud dari mahar yang pernah kau minta dariku. Bismika alloohumma ahya wa amuut…. (sepenggal kisah dari seorang suami untuk istrinya, Shofia Ar Riqqoh)

JIKA NANTI KAU MENJADI IBU

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,

Ketahuilah bahwa telah lama umat

menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid..

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya

untuk terus berjuang melawan kezaliman “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada

Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari

gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan

kata-kata Asma’ abadi hingga kini.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya.

Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun.

Ia datang membawa pedang yang

panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk

ikut perang badar.

Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengann.

hati sedih. Namun sang ibu mampu meyakinkannya

untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.

Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa

tahun berikutnya, ia terkenal sebagai

sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita

hingga kini: Zaid bin Tsabit.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,

jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.

Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah.

Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya.

Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya: “Ya Allah Tuhan

yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu

peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya,

panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”.

Doa-doa itu tidak sia-sia Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama

aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya:Imam Syafi’i.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman. Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula

yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya

memotivasi sang anak. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah,

kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan.

Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering

mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.

Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses.

Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu. Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar

DR. Zewail” di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri.

Diikuti keterampilan mendidik dan

membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.

Cahya -Persaudaraan Muslimah-

Renungan pagi:

Imam syafi’i berkata :

“Jika engkau punya teman -yg selalu membantumu dlm rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”

Sahabatku luangkanlah waktu sejenak untuk membaca hadits yg mulia berikut ini….!!!.

Diriwayatkan bahwa :

Apabila penghuni Syurga telah masuk ke dalam Syurga, lalu mrk tidak menemukan Sahabat2 mrk yg selalu bersama mrk dahulu di dunia.

Mrk bertanya tentang Sahabat mrk kepada Alloh SWT.

“Yaa Rabb…

Kami tidak melihat Sahabat2 kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami…??

“Maka Alloh SWT berfirman:

“Pergilah ke neraka, lalu keluarkan Sahabat2mu yg di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar zarrah.”

(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”).

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah Sahabat2 mu’minmu, krn mrk memiliki Syafa’at pd hari kiamat”.

Ibnul Jauzi pernah berpesan kpd Sahabat2nya sambil menangis:

“Jika kalian tidak menemukan aku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Alloh SWT tentang aku:

“Wahai Rabb Kami… Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami ttg ENGKAU..

Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu”

Sahahabatku fillah

Mudah-mudahan dgn ini, aku telah

Mengingatkanmu ttg Alloh SWT.

Semoga aku dapat bersamamu kelak di Syurga & Ridho-Nya..

“Yaa Rabb…

Aku Memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku

Sahabat2 yg selalu mengajakku utk Tunduk Patuh & Taat Kepada Syariat-Mu..

Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di Akhirat dengan-Mu…”

Aammiin..

Wahai sahabatku..

Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku dan bertanya pada Allah ttg diriku, dan semoga Allah ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa api neraka. Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s